Sabtu, 30 Juli 2016

#MudaBerkarya

#MudaBerkarya

Assalamu'alaikum ^^

Kalau ngomongin muda, kira-kira apa yang ada di benak kalian? Masa dimana manusia seneng-senengnya maen atau lagi giat-giatnya beraksi sana-sini? Atau masa dimana manusia sedang menghabiskan jatah gagalnya dalam hidup? Apapun itu, tentunya pandangan masing-masing orang akan berbeda. Sedangkan aku melihat muda dari sisi dimana kita bisa coba ini coba itu. Eits coba disini jangan diartikan dalam hal negatif yaa.. contohnya, saat kuliah berdasarkan pengalamanku, ikutan organisasi ataupun kepanitian tertentu ya berawal dari "Mau coba hal yang baru.." Yap, masa muda aku yang alhamdulillah diberikan kesempatan oleh Allah untuk terus menuntut ilmu di bangku kuliah.

Ir.Soekarno pun pernah bilang "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Kata kuncinya ada di PEMUDA. Perubahan yang diimpi-impikan oleh banyak orang, contohnya masyarakat Indonesia akan negaranya, dipercaya akan cepat terlaksana kalau pemuda-pemuda Indonesia bersatu dan berkarya dalam caranya masing-masing. Contoh real yang aku rasain adalah, para wirausahawan muda yang saat ini makin banyak memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Misalnya di dunia fashion, kemudahan kita mendapatkan pakaian sesuai selera yang tetap trendy buatan anak Indonesia, yang bahkan bisa menembus pasar internasional. Keren deh..

Tapi.. aku meyakini hal ini, segala perubahan besar yang terjadi pasti bermula dari hal-hal kecil. Kalau misalnya kita belum bisa berkontibusi banyak terhadap negara kita untuk melakukan perubahan, setidaknya kembali lagi ke tanah asal. Yang ingin aku katakan pada dunia saat ini adalah memang hebat saat kita bisa melakukan perubahan besar dengan prestasi yang kita capai, tapi akan lebih baik saat kita telah mencapai kesuksesan, jangan lupa majukan pula tempat kelahiranmu. Huahh..seketika bijak gini wkwk.Simplenya, di post-an kali ini aku ingin memperkenalkan kampungku tercinta dengan para pemuda didalamnya yang akan selalu berkarya untuk kemajuan Antapani tercinta.. hihi

#MudaBerkarya, berawal dari banyaknya anggapan miring terhadap para pemuda di daerahku yang banyak putus sekolah dan berakhir menjadi "anak berandalan". Daerahku ini memang masih tergolong awam akan pendidikan tinggi, masih sangat sedikit orang yang melanjutkan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi. Pikiran-pikiran kolot yang masih diadopsi oleh para orangtua di daerahku nyebabin anak-anaknya berakhir jadi pemuda pengangguran yang cuma bisa nongkrong di pinggir jalan. Bukan berarti pikran kolot itu semuanya salah, tapi dalam kasus ini mereka tidak menyeimbangkannya dengan dasar Agama yang kuat. Alhasil, moral para pemuda di daerahku hampir rusak. Para tetuanya jadi sulit mempercayai kiprah dari pemuda di daerahku. Maih kenal Taruna Karya(Tarka)?... di daerahku, isinya memang pemuda berandalan semua, makannya ga ada kemajuan sama sekali.

Kembali ke perubahan, tentunya pendidikan yang aku dan kakaku dengan beruntung dapatkan engga begitu aja kita makan sendiri. Kita coba buat perubahan kecil, berusaha mematahkan anggapan pemuda Bunisari (nama kampungku) yang berandalan semua. Hal pertama yang kakaku lakuin adalah dengan engga men-judge anak-anak yang udah di cap berandalan itu sebagai anak yang gak bener. Dengan kita masuk ke lingkungan mereka dan adaptasi cara bergaul mereka, kita coba ajak mereka untuk sama-sama berkarya. Yap, memang cuma kepanitian kecil, tapi seengganya bisa menghasilkan manfaat banyak.

Kebetulan di bulan Januari 2016 kemaren, daerahku mengadakan peringatan hari besar islam. Tadinya, kepanitiannya terdiri dari para orangtua, tapi atas inisiasi kakaku, dia meminta untuk panitiannya diambil alih oleh para pemuda masjid. Akhirnya memang disetujui dengan perdebatan kecil sebelumnya. Disinilah maksudku saat muda saatnya banyak berkarya. Aku dan kakaku mengajak beberapa pemuda di daerahku yang "dicap berandal" untuk gabung di kepanitian. Dengan estimasi pengeluaran sekian juta dan estimasi pemasukan yang menyedihkan, kalian tahu, pemuda yang dicap berandal ini menunjukkan diri mereka yang sebenarnya. Mereka pasang badan untuk cari duit sana sini, lewat danus, ngirim proposal kemana-mana, meminta sumbangan dari setiap warga yang kalau diminta buat kegiatan baik ehhh malah ngomongnya dibanyakin tapi akhirnya ga ngasih hehe.. meskipun mereka ga ngerti gimana caranya buat proposal, surat, atau apalah itu.. tapi tekad mereka untuk kesuksesan acara yang saat mereka dipercaya menjadi panitianya bener-bener keren loh.

So, menurutku, yang harus dilakukan terhadap para pemuda yang dianggap bermasalah adalah Kepercayaan. Beri mereka tanggung jawab dan bimbing mereka dalam prosesnya. Jangan labeli mereka dengan sikap yang nantinya malah akan diadopsi oleh mereka untuk memuaskan tuduhan banyak orang. Itulah asal-usul grup Muda Berkarya. Ga mudah memang untuk terus berkarya, apalagi ketika harus ikut mendorong orang untuk ikut berkarya. Dalam prosesnya, memang engga jarang kita masih berbuat kesalahan, but itulah proses. Menuju baik itu baik guys...

Semoga selalu tersenyum ^^

1 komentar: